Scroll untuk baca artikel
Shopee
Diet

7 Penyebab Nafsu Makan Meningkat: Jangan Salah, Bisa Jadi Sinyal dari Tubuhmu!

Avatar photo
×

7 Penyebab Nafsu Makan Meningkat: Jangan Salah, Bisa Jadi Sinyal dari Tubuhmu!

Share this article
Penyebab Nafsu Makan Meningkat: Jangan Salah, Bisa Jadi Sinyal dari Tubuhmu!

Pernah nggak sih kamu merasa lapar terus padahal baru aja makan? Atau tiba-tiba jadi doyan ngemil sepanjang hari tanpa alasan yang jelas? Tenang, kamu nggak sendiri, kok.

Nafsu makan meningkat itu hal yang cukup umum, tapi kalau terjadi terus-menerus bisa jadi pertanda ada yang perlu kamu perhatikan dari tubuhmu.

Scroll untuk baca artikel
Promo Shopee Live

Yuk, kita kupas tuntas satu per satu penyebab nafsu makan meningkat yang wajib kamu ketahui!

1. Energi Tubuh Sedang Terkuras Habis

Setelah beraktivitas seharian, seperti kerja, olahraga intens, atau bahkan jalan-jalan jauh, tubuhmu pasti butuh “bahan bakar” tambahan.

Inilah alasan alami kenapa kamu bisa merasa lapar banget, bahkan lebih dari biasanya.

Tipsnya: Pilih makanan bernutrisi tinggi seperti nasi merah, dada ayam, sayuran, dan buah untuk isi ulang energi, bukan junk food yang bikin kenyang semu.

2. Efek Samping dari Obat-Obatan

Beberapa jenis obat, seperti antibiotik, antidepresan, atau obat dengan kandungan steroid, memang bisa meningkatkan nafsu makan. Efek ini bisa terjadi secara langsung atau perlahan selama pengobatan.

Solusi: Konsultasikan dengan dokter jika merasa nafsu makanmu berubah drastis selama atau setelah mengonsumsi obat tertentu.

3. Perubahan Hormon (Terutama pada Perempuan)

Saat menjelang menstruasi, masa subur, atau bahkan selama kehamilan, perubahan hormon estrogen dan progesteron bisa bikin kamu merasa lapar terus.

Kadang bukan karena butuh makan, tapi lebih ke craving makanan tertentu.

Cara mengatasinya: Sediakan camilan sehat seperti buah segar, yogurt rendah lemak, atau dark chocolate biar kamu tetap bisa ngemil tanpa rasa bersalah.

4. Kebiasaan Makan karena Emosi atau Bosan

Penyebab Nafsu Makan Meningkat: Kebiasaan Makan karena Emosi atau Bosan

Kamu lagi nggak lapar, tapi karena bosan, stres, atau sedih, tanganmu otomatis nyari cemilan? Nah, itu yang disebut dengan emotional eating. Makan jadi pelarian untuk mengalihkan perasaan.

See also  7 Rutinitas Pagi untuk Kesehatan Mental yang Lebih Stabil

Solusi: Ganti kebiasaan ngemil dengan aktivitas lain seperti membaca buku, mendengarkan musik, atau jalan kaki ringan.

5. Lapar Mata (Tergoda Tampilan Makanan)

Scroll TikTok atau Instagram, eh tiba-tiba lihat video makanan yang kelihatan enak banget – langsung pengen makan padahal nggak lapar. Inilah yang disebut lapar mata, dan ini bisa memicu konsumsi kalori berlebih.

Tips: Coba tanyakan ke diri sendiri, “Aku beneran lapar atau cuma ngiler?” Kalau jawabannya cuma ngiler, minum air putih dulu atau alihkan perhatianmu.

6. Stres dan Tekanan Emosional

Stres bisa memengaruhi kerja hormon kortisol dalam tubuh yang memicu peningkatan nafsu makan, terutama ke makanan tinggi gula dan lemak.

Ini sebabnya saat stres, kita cenderung nyari comfort food seperti es krim, cokelat, atau gorengan.

Saran: Belajar teknik relaksasi seperti meditasi, deep breathing, atau journaling untuk mengelola stres tanpa harus melampiaskan ke makanan.

7. Gangguan Kesehatan Tertentu

Beberapa kondisi medis seperti diabetes, hipoglikemia (gula darah rendah), hipertiroid, atau gangguan makan seperti bulimia bisa menyebabkan nafsu makan meningkat secara signifikan.

Penting: Jika kamu merasa lapar terus-menerus disertai gejala lain seperti berat badan turun drastis, lemas, atau keringat berlebih, segera periksa ke dokter.

Peningkatan nafsu makan bisa disebabkan banyak hal, mulai dari hal sederhana seperti aktivitas fisik tinggi hingga kondisi medis tertentu.

Kunci utamanya adalah peka terhadap sinyal tubuhmu dan tetap menjaga pola makan sehat.

Kalau kamu merasa nafsu makanmu terus meningkat dan mulai memengaruhi berat badan atau kesehatan secara keseluruhan, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan ahli gizi atau dokter, ya!